Cara Beternak Burung Lovebird

Posted by Berita Terhangat 0 komentar
Lovebird adalah tipe burung yang berkelompok dan biasanya membutuk keluarga. Seperti halnya burung merpati, burung Lovebird juga merupakan tipe burung monogami yang setia terhadap pasangannya.


Cara Beternak Burung Lovebird
Dari segi ukuran tubuh, burung Lovebird merupakan burung kecil dengan ukuran 13-17 cm dan berat badan 40-60 gram. Lovebird merupakan jenis burung terkecil diantara keluarga betet. Memiliki bentuk tubuh kompak, ekor pendek berujung tumpul, paruh tajam.

Lovebird liar didominasi warna hijau dengan berbagai warna pada tubuh bagian atas , tergantung spesies. Lovebird Fischer's, Lovebird Black-cheeked, dan Masked Lovebird memiliki cincin putih terkemuka di sekitar mata mereka. Di Indonesia tipe ini disebut lovebird berkacamata.

Cara Beternak Burung Lovebird

Bila kita ingin berternak burung Lovebird, maka hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah mengetahui jenis kelamin Lovebird yang akan dikawinkan, hal ini sepertinya tampak mudah, tetapi kadang kala akan sulit bagi kita untuk menentukan jenis kelamin burung ini.

Burung Lovebird sendiri akan mengalami kematangan kelamin dalam umur sekitar 1 tahun. Pada saat memasuki usia 1 tahun, akan terlihat tanda-tanda kelamin baru pada burung Lovebird. Di luar negeri, seekor burung Lovebird betina ditandai dengan sifatnya yang suka merobek kertas dan memasukkannya ke dalam bulu sedangkan pejantan terlihat menyuapi atau memuntahkan makanan yang sudah dilumatnya.

Secara fisik betina memiliki ruang panggul yang lebih besar daripada pejantan, untuk bertelur, dan karena itu cenderung menjadi tampak lebih lebar di pinggul.

Saat melakukan perkawinan burung harus dalam kondisi prima; pertama-tama, mereka harus diberikan diet yang sehat dengan beragam menu. Campuran pelet yang baik, atau benih berkualitas tinggi diberikan dengan dicampur berbagai jenis sayuran segar, buah-buahan segar dalam jumlah tertentu dan biji-bijian yang sehat.

Perlu diketahui bahwa sebelum memasuki usia 1 tahun, Lovebird seharusnya tidak dikawinkan. Banyak Lovebird kadang-kadang berkembang biak saat masih belum matang, sehingga mereka belum pandai mengasuh anak dan akan menimbulkan problem baru. Jika Lovebird disediakan pasangan pada sebuah kotak sarang, maka burung ini akan segera melakukan perkawinan.

Lovebird mengalami puncak masa perkawinan di bulan-bulan yang berhawa panas. Kebanyakan lovebird memerlukan kelembaban yang tinggi di dalam sarang selama masa mengerami. Sementara betina akan melakukan pekerjaan membangun sarang (material sarang harus disediakan), kadang-kadang pejantan akan membantu. Lovebird memerlukan kelembaban ekstra selama mengandung telur.

Untuk penetasan dan pertumbuhan anak lovebird, pilihlah alas sarang yang bersih dari hama. Bisa dengan daun-daun palem yang direndam dan dicuci bersih, atau rumput hijau segar yang dipotong-potong kurang lebih 12 cm. hal ini untuk mempermudah lovebird membawanya masuk ke kotak sarang.

Sementara kotak sarang harus memiliki ruang cukup bagi anak-anak burung terutama setelah menetas. Bahan alas sarang juga harus disediakan cadangan karena mungkin saja dibutuhkan tambahan sebagai penghangat. Setelah lovebird mulai membangun sarang, perkawinan akan terjadi. Perkawinan akan terjadi berulang ulang dan telur akan muncul 3-5 hari kemudian. Betina akan menghabiskan berjam-jam di dalam kotak sarang sebelum telur diletakkan. Saat itu jangan sedikitpun diganggu. Setelah telur pertama diletakkan, telur berikutnya akan menyusul setiap dua hari sampai selesai biasanya 4-6 telur.

Induk betina akan mengerami telur selama 21-23 hari, dan biasanya akan mendapat perhatian yang lebih dari pejantan. Tepat sebelum menetas, anak-anak lovebird akan membuat celah atau lubang kecil yang disebut lubang pip. Hal ini memungkinkan mereka untuk mulai bernapas menghirup oksigen. Hal ini juga menjadi indikasi bahwa anak lovebird akan menetas sempurna pada waktu 12-24 jam kemudian.

Setelah menetas hindari menyentuh anak lovebird, karena kondisinya masih rapuh. Induk lovebird akan memberi makan dan merawat mereka. Penyusuan pertama ini sangat penting: si ibu akan memasok anak-anaknya dengan muntahan berisi cairan bergizi yang mengandung enzim pencernaan. Jika kita mengambil seekor anak lovebird untuk disuap justru akan menyebabkan induk enggan kembali menyuapi anak-anaknya.

Ketika bayi mulai dewasa, waktu penanganan dapat ditingkatkan sampai 15 menit, tiga kali sehari. Metode ini menghasilkan anak burung yang jinak. Setelah berumur 4 minggu, pada sebagian anak-anak burung lovebird akan tumbuh bulu dan mulai menjelajahi kandang, meninggalkan sarang lebih lama dan berlatih terbang, mendaki, dan menjelajahi benda dan mainan di dalam kandang.

Pada usia 8 minggu. Lovebird jantan juga membantu mengajari anaknya untuk makan, makanan biasa. burung muda harus segera dipindahkan setelah mereka semua mandiri. Secara naluriah induk betina juga berusaha mendorong anak-anak burung pergi ketika mereka cukup dewasa. Oleh karena itu, mereka harus dipindahkan atau induknya akan membahayakan mereka. Istirahatkan beberapa hari bagi pasangan lovebird yang selesai menghasilkan anak. Sediakan jeda waktu untuk mengeluarkan kotak bersarang, membersihkan dan mensterilkannya.