Pantun Jenaka Lucu

Posted by Berita Terhangat 0 komentar
Pantun Jenaka Lucu - Pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan guna menghibur orang yang mendengarnya. Pantun jenaka juga sering dijadikan sebagai media saling menyindir dalam suasana keakraban, sehingga tidak timbul rasa tersinggung, dan melalui pantun jenaka dirahapkan suasana akan tetap semakin riang.

Seperti umumnya pantun umum yang terdiri dari empat larik, pantun jenaka yang lucu juga dulu pernah dipalajari oleh siswa SD, khususnya pada pelajaran bahasa Indonesia. Pantun jenaka lucu memang masih tetap menjadi menarik untuk dipelajari hingga kini, dan tidak jarang pula pantun ini masih dijadikan sebagai ajang lelucon, khususnya melalui situs jejaring sosial seperti Facebook dan juga Twitter.

Eksisnya Pantun jenaka lucu melalui situs jejaring sosial adalah salah satu bukti yang menujukkan bahwa pantun ini masih tetap dicintai oleh kalangan anak-anak muda masa kini. Pantun jenaka yang notebene merupakan salah satu seni budaya peninggalan leluhur Bangsa Indonesia memang wajib untuk tetap dilestarikan untuk kalangan generasi penerus. Dengan demikian keberadaan pantun yang dapat memebuat orang tertawa mendengarnya ini akan tetap eksis dan tidak lekang termakan oleh zaman.

Contoh Pantun Jenaka

Dengan maksud ingin tetap melestarikan keberadaan pantun jenaka, maka pada tulisan ini juga akan disertakan kepada Anda beberapa contoh pantun jenaka. Semoga saja dengan semakin banyaknya pantun jenaka yang beredar di dunia maya, membuat keberadaan pantun ini akan tetap eksis dan akan tetap pula menjadi bahan hiburan bagi kaula muda masa kini.

Berikut ini adalah beberapa contoh Pantun jenaka yang diperoleh dari berbagai situs di internet. Untuk melihat pantun-pantun jenaka secara lengkap, maka simaklah contoh-contohnya seperti yang tertulis dibawah berikut ini:

Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

Di mana kuang hendak bertelur
Di atas lata dirongga batu
Di mana tuan hendak tidur
Di atas dada dirongga susu

jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya

Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh

Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak

Di kedai Yahya berjual surat
Di kedai kami berjual sisir
Sang buaya melompat ke darat
Melihat kambing terjun ke air

Hilir lorong mudik lorong
Bertongkat batang temberau
Bukan saya berkata bohong
Katak memikul paha kerbau

Anak bakau di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca mata

Tanam pinang di atas kubur
Tanam bayam jauh ke tepi
Walaupun musang sedang tidur
Mengira ayam di dalam mimpi

Orang menganyam sambil duduk
Kalau sudah bawa ke balai
Melihat ayam memakai tanduk
Datang musang meminta damai

Pokok pinang patanya condong
Dipukul ribut berhari-hari
Kucing berenang tikus berdayung
Ikan di laut berdiam diri

Jual betik dengan kandil
Kandil buatan orang Inggeris
Melihat buaya menyandang bedil
Lembu dan kerbau tegak berbaris

Punggur berdaun di atas kota
Jarak sejengkal dua jari
Musang rabun, helang pun buta
Baru ayam suka hati

Jikalau lengang dalam negeri
Marilah kita pergi ke kota
Hairan tercengang kucing berdiri
Melihat tikus naik kereta

Ketika perang di negeri Jerman
Ramai askarnya mati mengamuk
Rangup gunung dikunyah kuman
Lautan kering dihirup nyamuk

Anak dara Datuk Tinggi
Buat gulai ikan tilan
Datuk tua tak ada gigi
Bila makan kunyah telan

Pohon manggis di tepi rawa
Tempat datuk tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat datuk bermain gundu

Biduk buluh bermuat tulang
Anak Siam pulang berbaris
Duduk mengeluh panglima helang
Melihat ayam bercengkang keris

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol

Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh

Demikianlah beberapa contoh pantun jenaka yang tentu sangat lucu bila dibaca secara keseluruhannya. Semoga kehadiran contoh-contoh pantun jenaka diatas, kiranya dapat menginspirasi Anda yang sudah membacanya, untuk membuat pantun jenaka yang lebih lucu dan lebih menarik.