Pembagian Iklim Menurut Koppen dan Schmidt Ferguson

Posted by Berita Terhangat 0 komentar
Pembagian Iklim Menurut Koppen dan Schmidt Ferguson - Iklan merupakan kondisi cuaca secara merata dalam rentang waktu yang sangat panjang. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut sebagai ilmu klimatologi. Sementara faktor yang paling bepengaruh terhadap iklim dibumi adalah oleh posisi matahari terhadap bumi.

Dalam pembagian atau klasifikasi iklim di bumi yang dibuat oleh para ahli, adalah ditentukan berdsarkan letak geografis. Secara umum iklim di dunia terdiri dari 4 jenis bedasarkan garis lintang, yaitu Iklim tropis, Iklim subtropis, Iklim sedang, dan Iklim kutub.

Pembagian Iklim Menurut Para Ahli


Beberapa para ahli seperti Koppen dan Schmidt Ferguson, dan Oldeman telah membuat pembagian iklim, yaitu sebagai berikut ini:

1. Pembagian Iklim menurut Wladimir Koppen

klasifikasi iklim menurut Koppen dapat diperinci sebagai berikut.
  • Iklim A (tropis), yaitu daerah bersuhu 18oC untuk bulan terdingin.
  • Iklim B (tundra dan kutub), yaitu daerah bersuhu 10oC untuk bulan terpanas.
  • Iklim C dan D (sedang), iklim C menempati pinggiran benua yang dipengaruhi iklim laut sehingga disebut iklim sedang hangat. Iklim D menempati pedalaman benua sehingga dinamakan iklim salju atau boreal. Adapun batas antara iklm C dan D pada daerah bersuhu 3oC untuk bulan terdingin.
Berdasarkan klasifikasi iklim di atas, Indonesia termasuk iklim A (tropis). Menurut Koppen, iklim A dapat dikelompokkan menjadi beberapa daerah sebagai berikut.
  • Iklim hujan tropis meliputi beberapa daerah yang bercurah hujan tinggi. Daerah yang bercurah hujan tinggi terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
  • Iklim sabana meliputi daerah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
  • Iklim laut basah meliputi hampir seluruh kepulauan Indonesia terutama Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
  • Iklim salju abadi terdapat di puncak Pegunungan Jaya Wijaya.

2. Pembagian Iklim Menurut Schmidt Ferguson

Schmidt-Ferguson membagi kriteria iklimnya sebagai berikut:
  • Bulan basah, artinya suatu daerah yang dalam satu tahun curah hujannya lebih dari 100 mm/bulan.
  • Bulan lembap, artinya suatu daerah yang dalam satu tahun curah hujannya 60 sampai dengan 100mm/bulan.
  • Bulan kering, artinya suatu daerah yang dalam satu tahun memiliki curah hujan kurang dari 60mm/bulan.
Untuk menentukan iklim (Q), dapat dihitung menggunakan rumus (Rata-rata bulan kering / Rata-rata bulan basah) x 100%