Puisi Cinta Patah Hati Kahlil Gibran

Posted by Berita Terhangat 0 komentar
Puisi Cinta Patah Hati Kahlil Gibran - Kahlil Gibran dikenal sebagai penulis sekaligus sebagai penyair yang karya-karyanya hingga kini banyak diminati oleh banyak orang karena memang terbukti dapat menggugah bagi diri seseorang. Dibalik banyak karya puisi yang berhasil dikarang oleh Gibran, namun dibalik itu ternyata ada juga beberapa puisi yang sebenarnya menggambarkan suasana yang tidak menyenangkan karena berkaitan dalam suasana patah hati.

Memang tidak dapat dipungkiri, penulis yang lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 ini memang bukan manusia yang sempurna, tetapi seperti halnya manusia biasa, Gibran juga ternyata pernah mengalami patah hati karena cinta.

Saat pertama sekali Gibran mengenal cinta ketika menginjak usia remaja, dia mengalami patah hati, sebab gadis yang dicintainya ternyata adalah sosok yang berbeda kasta dengan dirinya. Salah satu puisi patah hati yang tercipta dari kisah ini berjudul Sayap-Sayap Patah.

Tercatat juga hubungan cinta antara Kahlil Gibran dengan Marry Haskell harus kandas di tengah jalan dan tidak sampai di pelaminan. Marry yang merupakan sosok wanita dewasa pada awalnya sempat membantu Gibran dalam membiayai hidup dan sekolahnya di Paris. Namun pada akhirnya kenyataan pahit harus diterima Gibran, karena wanita pujaannya tersebut memutuskan menikah dengan pria mapan dan meninggalkan dirinya, dan dari kisah ini juga terciptalah puisi cinta patah hati Kahlil Gibran yang lainnya.

Puisi Cinta Patah Hati Kahlil Gibran


Bagi Anda yang penasaran ingin mengetahui seperti apa puisi patah hati yang pernah ditulis oleh Kahlil Gibran, maka berikut blog Berita Terhangat akan mempublikaskan salah satunya yang berjudul Sayap-Sayap Patah.

Sayap-Sayap Patah by Kahlil Gibran

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…

Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…

Ku gapai kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..

Tertusuk duri-duri yang tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..