Video Oknum Sipir Memukuli Tahanan di Kaltim Beredar

Posted by Berita Terhangat 0 komentar
Video pemukulan yang dilakukan oleh oknum sipir Rutan IIB di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada seorang tahanan kasus narkoba yang bernama Kunding kini beredar luas. Tahanan itu dianiaya oleh oknum sipir yang tidak disebutkan namanya tersebut karena mencoba melarikan diri dan kemudian tertangkap oleh petugas Rutan.

Dari informasi yang mengemuka, menyebutkan bahwa video kekerasan yang dilakukan oleh Sipir tersebut berdurasi 2 menit 12 detik dan direkam menggunakan perekam video telephone yang diduga diabadikan oleh masyarakat yang tengah menyaksikan peristiwa pemukulan terhadap seorang tahanan yang mencoba melarikan diri itu.

Lebih lanjut seperti yang dikabarkan Detikcom, menyebutkan bahwa peristiwa pemukulan itu terjadi pada Jumat (21/6/2013) siang kemarin. Tahanan yang bernama Kunding tertangkap di semak-semak, tepatnya di kawasan jalan Mangga II, Tanjung Redeb oleh dua orang petugas, salah seorang tampak mengenakan pakaian dinas, serta langsung menghajar Kunding.

Oknum sipir pada video tersebut terlihat menyeret tubuh Kunding dengan mengikat lehernya menggunakan tali. Meski korban tampak telah tidak berdaya, tetapi oknum sipir tersebut masih terlihat terus melakukan penganiayaan hingga korban tampak berlumur darah. Lebih parahnya lagi, aksi kekerasan oknum petugas itu juga disaksikan oleh anak-anak serta warga sekitar. Meski demikian, petugas tampak tidak peduli dengan keberadaan warga.

Dari rekaman video terlihat pula ada warga yang melintas di ruas jalan tersebut dengan mengendarai kendaraan roda dua, dan tidak dapat berbuat apa-apa melihatpenganiayaan itu terjadi. Akhirnya oknum petugas yang tidak mengenakan pakaian kembali menginjak kepala korban dan disaksikan rekannya sesama petugas yang tampak mengenakan pakaian dinas.

"Ini sangat kejam. Leher diikat, dipukuli. Mereka (petugas) sudah tidak peduli lagi dengan masyarakat setempat apalagi ada anak kecil ikut menonton," kata warga Tanjung Redeb kepada Detikcom.